Pernah tidak, saat malam sudah semakin sepi tetapi pikiran malah semakin ramai? Saat semua orang sudah beristirahat, tiba-tiba muncul berbagai pertanyaan dalam kepala.
“Apakah aku sudah melakukan yang terbaik?”
“Kenapa aku masih belum seperti orang lain?”
“Bagaimana kalau nanti semuanya tidak berjalan sesuai rencana?”
Kalau pernah merasakan hal seperti itu, kamu tidak sendiri.
Overthinking atau terlalu banyak memikirkan sesuatu adalah hal yang sering dialami banyak orang, terutama Generasi Z yang hidup di tengah banyak pilihan, tekanan, dan tuntutan untuk terus berkembang. Kadang kita terlalu memikirkan masa depan sampai lupa menikmati apa yang sedang terjadi hari ini. Kita memikirkan hal yang belum tentu terjadi, mengulang kesalahan masa lalu, atau membandingkan hidup sendiri dengan pencapaian orang lain.
Padahal tidak semua hal harus langsung memiliki jawaban.
Ada beberapa hal yang memang membutuhkan waktu untuk dipahami. Ada masalah yang tidak bisa selesai hanya dengan dipikirkan berulang kali. Ketika pikiran mulai terasa penuh, cobalah berhenti sejenak. Tarik napas, lakukan sesuatu yang membuat pikiran lebih tenang, seperti mendengarkan musik, menulis apa yang sedang dipikirkan, membaca, atau sekadar beristirahat tanpa merasa bersalah.
Ingat, istirahat bukan berarti berhenti berusaha.
Kadang kita hanya perlu memberi waktu kepada diri sendiri untuk kembali mengisi energi. Selain itu, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Kamu tidak harus selalu kuat setiap saat. Ada hari dimana kamu merasa produktif, tetapi ada juga hari dimana kamu hanya mampu bertahan. Dan itu tetap termasuk sebuah proses Jangan biarkan pikiran tentang masa depan mengambil kebahagiaan yang sedang kamu miliki hari ini.
Karena hidup bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang menikmati perjalanan menuju ke sana.
Penutup
Overthinking mungkin datang kembali, terutama di malam hari. Tetapi ingat, tidak semua hal yang ada di pikiran harus kamu selesaikan sekarang juga. Pelan-pelan saja. Kamu sedang belajar memahami diri sendiri.

